ROESLANI
Jika harus mengadu cinta dan benci, Henrietta Nothohir adalah juaranya. Dibuat percaya akan cinta dan dipatahkan hanya untuk menimbulkan rasa benci adalah hal yang dilakukan Mario Sabala kepada Henrietta.Pada awalnya hidup mereka begitu sempurna. Bertemu di kampus ternama di Indonesia, menjalin kasih dari sama-sama dijemur di lapangan sampai sama-sama memakai toga, berbagi panggung dengan pakaian adat menyambut ribuan tamu, sampai berada satu atap menyambut kehidupan baru mereka yang diberkahi anak kembar laki-laki dan perempuan yang dinamai Makhaio Yvent Roeslani dan Makhaia Yseult Roeslani.Kehidupan Henrietta yang tadinya penuh warna, perlahan memudar seiring kepergian Mario, yang pergi karena merasa kecil atas latar belakang keluarga Henrietta yang bergelimang harta. Senyum yang dulu selalu menghiasi wajahnya kini jarang terlihat. Kepergian Mario bagaikan badai yang menyapu bersih kebahagiaannya. Ia sangat membenci lelaki itu, yang pergi meninggalkan ia dan anaknya. Namun, Henrietta tidak menyerah. Demi Khio dan Khia, ia harus tetap kuat.
Dengan tulus, Henrietta mencurahkan seluruh kasih sayangnya pada kedua anak kembarnya. Khio, anak laki-laki yang mewarisi sifat pemberontak ayahnya, seringkali membuatnya khawatir. Namun, di balik sikap kerasnya, Khio menyimpan hati yang lembut. Ia sangat menyayangi ibunya dan adik perempuannya. Sementara Khia, si bungsu, tumbuh menjadi gadis yang cerdas dan penyayang. Ia selalu menjadi penyejuk hati ibunya.Henrietta berusaha sekuat tenaga untuk membesarkan kedua anaknya sendiri. Ia bekerja semakin keras di perusahaan pelayaran milik ayahnya. Meskipun hidup sebagai anak pemilik pelayaran, Henrietta selalu berusaha keras untuk mendapatkan posisi yang layak untuknya. Ia ajarkan hal tersebut kepada Khio dan Khia yang harus paham bahwa semua hal itu butuh perjuangan.Meskipun menghadapi banyak kesulitan di samping gelimang harta mereka, Henrietta, Khio, dan Khia tidak pernah menyerah mengejar mimpi dan menjadi orang yang lebih baik. Mereka saling menguatkan dan terus berusaha untuk membangun kehidupan yang lebih baik. Henrietta mengajarkan kedua anaknya tentang arti kehidupan, cinta, dan pengorbanan. Khio belajar untuk memaafkan ayahnya dan menerima kenyataan. Sementara Khia belajar untuk menjadi seorang wanita yang kuat dan mandiri.
Makhaio
Yvent
Roeslani
| Name | Makhaio Yvent Roeslani |
| Nickname | Khio |
| Gender | Male |
| Birthdate | 9 Maret 1997 |
| Birthplace | Singapore |
| Nationality | Indonesian |
| Height | 184 cm |
| Sexuality | Heterosexual |
| Blood Type | B |
| Zodiac | Pisces |
| MBTI | INTJ |
| Hobbies | Swimming and Running. |
| Occupation | Corporate System Development's Team Leader. |

Makhaia
Yseult
Roeslani
| Name | Makhaia Yseult Roeslani |
| Nickname | Khia, Aya |
| Gender | Female |
| Birthdate | 9 Maret 1997 |
| Birthplace | Singapore |
| Nationality | Indonesian |
| Height | 168 cm |
| Sexuality | Heterosexual |
| Blood Type | B |
| Zodiac | Pisces |
| MBTI | ENFP |
| Hobbies | Traveling |
| Occupation | Artist Stylist |


